Senin, 10 Oktober 2016

Lika-Liku Suporter Persija: Dari VIJers, PFC, hingga The Jakmania . ( Bagian 5 )

Tuan rumah di tanah sendiri ??
Persija memang kini sudah memiliki The Jakmania sebagai suporter setia yang selalu memenuhi stadion ketika mereka bertanding.  Puluhan ribu orang mau datang ke stadion untuk mendukung mereka, bahkan di tengah prestasi yang seret. Namun banyaknya pemberitaan dan anggapan masyarakat yang negatif terhadap mereka, ada tanda-tanda bahwa Persija belum sepenuhnya mampu merangkul semua lapisan masyarakat di kota metropolitan ini.
Kultur suporter memang tak sepenuhnya hidup di Jakarta. The Jakmania pun lebih didominasi oleh kelas menengah bawah, sementara kelas menengah atas lebih tertarik pada hiburan layar kaca: sepakbola benua Eropa. Hanya ketika timnas Indonesia sedang dalam performa bagus dan bertanding di Gelora Bung Karno lah lapisan menengah atas baru tergelitik untuk datang ke stadion dan menjadi suporter.
Tapi di kota dengan tingkat ketidakacuhan yang begitu tinggi pada sepakbola dalam negeri, perkembangan yang sudah terjadi pada The Jakmania dengan jumlah mereka yang masif itu adalah sesuatu yang tetap patut diacungi jempol. Bahkan meski mayoritas anggotanya berasal dari satu kelas ekonomi yang sama.
“Jakarta itu heterogen, tapi enggak berarti enggak bisa punya suporter,” kata Bung Ferry. “Gua cuma pengen, Persija jadi tuan rumah di kampungnya sendiri.” 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar